Teruntuk Ayah Tercinta

Ayah

Dulu, Ayah yang selalu menggendongmu ketika kamu menangis saat usia masih kanak-kanak

 

abiummi.com

abiummi.com

Bukan hanya ibu yang mau menggendongmu ketika kamu menangis.perlu kamu tahu  Ayahpun begitu teriris ketika putri kecilnya menangis karena hal apapun. Karena bagaimanapun ayah telah menanti kehadiranmu, menanti senyuman yang keluar dari wajahmu.Ayah yang selalu tersenyum ketika kamu melakukan hal-hal konyol, karena ayah menganggap senyummu adalah perwakilan senyumnya juga.

Ayah yang tak pernah melepaskan genggamannya ketika kamu  belajar melangkah

ik07.wordpress.com

ik07.wordpress.com

Lagi-lagi tak hanya ibu yang setia mendampingimu sejak kamu mulai belajar melangkahkan kaki ditanah ini, tapi ayah pun ikut serta menemanimu, menggenggam tanganmu dengan penuh kasih sayang ketika kamu belajar melangkah.

Ayah yang setia memberi teguran hangat ketika kau nakal.

supermindindo.blogspot.com

supermindindo.blogspot.com

Ayah begitu sayang pada anak-anaknya tak terkecuali anak perempuannya. Ayahmu menganggap putri kecilnya itu adalah peri mungil yang dikirim sang pencipta untuk melengkapi kebahagiaanya. Seberapa dewasanya umurmu, ia tetap menganggapmu peri kecil yang dimilikinya. Ayah sadar penuh harus menjaga sepenuh hati peri mungilnya itu, ayah menganggap kamu begitu istimewa, kamu perlu dididik, dijaga, dibekali dengan segala sikap baik yang memperindah dan menjadikanmu kelak wanita yang berkepribadian sangat baik. Ketika kamu sedikit saja lengah dan terbawa arus yang tak baik ayahlah orang yang pertama paling berontak, paling menegurmu dengan nada suara khasnya. Ayah tidak marah padamu, ayah hanya menunjukkan cinta dan kasih sayangnya dengan memberi teguran padamu. Seorang ayah tak ingin peri mungilnya sedikitpun lengah dari pandangannya, lengah dari penjagaannya.

Dan ayahlah orang yang tak pernah rela sepenuhnya ketika peri kecilnya akan dinikahi oleh sang lelaki.

www.loveandlobster.com

www.loveandlobster.com

Boleh saja ayah bicara pada lelakimu itu “iya, kuperbolehkan kau menikahi putriku”. Betapa tegarnya ayah mengatakan seperti itu, seolah ia merelakanmu. Padahal, dibalik ayah berkata seperti itu pikirannya sudah kacau memikirkan bagaimana kamu kelak mengahadapi kehidupan dengan berbagai problem jika kamu sudah menjadi milik lelakimu. Ayah memikirkan juga bagaimana kebahagiaan peri kecilnya kelak bersama lelaki yang kamu sebut ‘suami’. Betapa khawatirnya putri kecil yang ia besarkan, yang ia didik dengan sebaik-baiknya, yang ia bekali dengan pendidikan yang baik, yang ia ajarkan kebaikan selalu agar kelak peri kecilnya itu bermanfaat untuk sesama. Sungguh ayah dengan penuh rasa cemas  meyakinkan dirinya sendiri bahwa lelakimu itu bisa dipercaya untuk menjagamu dalam keadaan apapun seperti ayah menjagamu.

Dengan segala yang ayah berikan, hormati ayahmu selalu, doakan ia selalu, sayangi ayah seperti ayah menyayangimu, mendekatlah padanya lalu kecup keningnya sambil ucapkan terimakasih ayah, kau tetap kan selalu menjadi Raja dihatiku.

 

 

 

-penulis Riska Sevikasturi

Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *