Pemuda yang Tak Menghargai Para Pahlawan

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan yang sudah memerdekaaan negara tersebut

www.gambarzoom.com

www.gambarzoom.com

tanpa seorang pahlawan mungkin negara kita masih di jajah oleh negara-negara seperti belanda dan jepang, tanpa pahlawan pula mungki kita masih dipaksa kerja rodi, masih di paksa romusha, berkat para pahlawan juga kita saat ini terbebas dari perang, terbebas dari penjajahan dan hidup merdeka sebagai warga negara.

Sejenak kita kembali mengingat pelajaran sejarah ketika SMP dan SMA, ketika itu guru sejarah kita dengan penuh perhatian menceritakan bagimana para pahlawan berjuang demi indonesia, bagiamana para pahlawan rela mati demi melihat anak cucunya hidup tenang tanpa di jajah, menceritakan betapa kerasnya para pahlawan mengusir penjajah dari bumi indonesia.

Selama 450 tahun indonesia berjuang dari kurungan penjajahan dari mulai jaman portugis, spanyol, inggris, belanda sampai jepang para pahlawan indonsia tak pernah menyerah mengusir para penjajah, banyak para pahlawan yang gugur di medan perang, banyak penderitaan yang di terima keluarga maupun pada diri para pahlawan tapi apakah merek menyerah?

TIDAK ,  Mereka tidak pernah menyerah mereke berjuang bukan untuk mereka sendiri, bukan hanya untuk indonesia tapi juga buat anak cucunya yaitu kita para generasinya untuk bisa hidup enak untuk bisa hidup lebih baik dari pada merek.

Lalu kita sebagai penerus perjuangan mereka, kita sebagai anak cucu mereka sudah melakukan apa untuk menghargai mereka para pahlawan?

Sudahkah kita melakukan sesuatu untuk mereka yang mempertaruhkan nyawanya supaya kita bisa hidup lebih baik?

Lihatlah para pemuda sekarang dimana rasa nasionalime mereka sudah luntur dan mungkin sudah hilang

metro.sindonews.com

metro.sindonews.com

Kenapa saya bilang para pemuda sekarang sudah luntur rasa nasionalismenya karena sekarang para pemuda sudah teracuni globalisasi, kalian tanpa sadar sudah dicekoki oleh media mainsteram  para pemuda sekarang lebih memilih sesuatu yang berbau luar negeri, mungkin kebnyakan pemuda menyanggah ini “ngga ko kita masih nasionalime masih suka yang berbau dalam negeri” jika gitu ok saya cek coba lihat playlist yang ada di handphone lebih bnyak playlist luar negeri atau Indonesia?

Pemuda sekarang sudah tidak lagi cinta Indonesia bahkan ada di dalam salah satu situs bahwa ada orang yang lebih bangga ke jepang-jepangan dan ke korea-koreaan ketimbang ke indonesiaan

Pemuda sekarang sudah melupakan ideologi bangsa Indonesia mereka lebih suka berideologi kapitalis, hedonimse, dan liberalime

keluarga.com

keluarga.com

Seperti yang kalian tau pemuda sekarang lebih suka hedonisme atau biasa kita kenal adalah budaya konsumtif yang amat sangat berlebihan dimana mereka membeli produk2 luar negeri hanya untuk mengejar satu pengakuan yaitu di sebut gaul disebut orang masa kini dengan cara hedonisme,

Dengan masuknya era globalisasi maka kebudayaan kebudayaan dari luar negeri masuk ke indonesia sehingga memperngaruhi sikap dari para pemuda indonesia, pada jaman dulu pemuda para pemuda masih tunduk pada adat dan istiadat setempat masih selalu mengikuti aturan aturan atau sopan santun ala indonesia, pada jaman sekarang semua itu berubah kebnyakan pemuda sekarang tidak mau di atur dan maunya hidup bebas tanpa aturan atau hidup bebas sesuai kehendak mereka selagi itu tidak mengganggu orang lain menurut mereka itu adalah hal yg benar walaupun itu menyimpang dari norma kesopanan dan norma agama yang berlaku di indonesia, liberalisme makin merasuk ke tubuh anak muda indonesia

Wahai para pemuda generasi penerus bangsa Indonesa janganlah kamu melakukan sesuatu yang membuat para pahlawan ini menangis di alam sana.

Janganlah kalian para pemuda melakukan sesuatu hal yang buruk yang menjadikan perjuangan para pahlawan indonesia

Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *