Hari Pendidikan

simiww hari pendidikan

simiww hari pendidikan

Hari Pendidikan Nasional

Apa Kabar Pendidikan Cirebon?

Hari ini tepat tanggal 2 mei, dimana masyarakat indonesia mengenal tanggal ini sebagai tanggal yang spesial, kenapa spesial karena tanggal 2 mei ini ditetapkan sebagai hari pendidikan nasional. Banyak pula orang-orang yang mengucapkan selamat hari pendidikan nasional, banyak orangpun memperingati hari ini.

Tapi tahukah kita sejarah kenapa tanggal 2 mei diperingati sebagai hari pendidikan nasional? Pernahkah kalian mencari tahu ? karena soekarno pernah berkata Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah.

2 mei diperingati sebagi hari pendidikan nasional ini karena tanggal 2 mei adalah hari laihrnya sang bapa pendidikan indonesia, bapa pejuang bangsa, yaitu bapa Ki Hadjar Dewantara, Beliau terlahir dari keluarga Bangsawan, ia merupakan anak dari GPH Soerjaningrat, yang merupakan cucu dari Pakualam III. Terlahir sebagai bangsawan maka beliau berhak memperoleh pendidikan untuk para kaum bangsawan.

pertama kali beliau bersekolah di ELS yaitu Sekolah Dasar untuk anak-anak Eropa/Belanda dan juga kaum bangsawan. Selepas dari ELS ia kemudian melanjutkan pendidikannya di STOVIA yaitu sekolah yang dibuat untuk pendidikan dokter pribumi di kota Batavia pada masa kolonial Hindia Belanda, yang kini dikenal sebagai fakultas kedokteran Universitas Indonesia.

Kemudian pada tahun 1919, ia kembali ke Indonesia dan langsung bergabung sebagai guru di sekolah yang didirikan oleh saudaranya. Pengalaman mengajar yang ia terima di sekolah tersebut kemudian digunakannya untuk membuat sebuah konsep baru mengenai metode pengajaran pada sekolah yang ia dirikan sendiri pada tanggal 3 Juli 1922, sekolah tersebut bernama Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa yang kemudian kita kenal sebagai Taman Siswa.

Di usianya yang menanjak umur 40 tahun, tokoh yang dikenal dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat resmi mengubah namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara, hal ini ia maksudkan agar ia dapat dekat dengan rakyat pribumi ketika itu.

Selepas kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tahun 1945, Ki Hadjar Dewantara kemudian diangkat oleh Presiden Soekarno sebagai Menteri pengajaran Indonesia yang kini dikenal dengan nama Menteri Pendidikan.

Tak Cuma Ki Hadjar Dewantara yang memperjuangkan pendidikan di negeri ini semua pahlawan indonesia semua pahlawan nasional memperjuangan pendidikan yang sekarang kita nikmati yang sekarang kita rasakan.

Tapi apakah pendidikan indonesia sekarang yang sudah diperjuangkan dengan darah dengan nyawa para pahlawan sudah layak bagi kita?

Pada masa pemerintahan sekarang khususnya diderah cirebon yang saya tempati dari saya lahir sampai sekarang saya mengenyam pendidikan diluar kabupaten cirebon pendidikan dikabupaten cirebon tidak jauh berkembang dari masa kemasa.

Pendidikan cirebon dari tahun ketahun sama saja tidak mengalami perubahan yang berarti

karena masih minim orang-orang yang peduli dengan pendidikan. Saya contohkan di desa saya ini murni opini saya, penduduk desa yang yg notabenya desa yang Cuma 20 km dari pusat kota atau 5 kilometer dari pusat kecamatan saja banyak warganya yang putus sekolah karena tidak punya biaya dan banyak orang tua yang menghentikan mimpi anal-anaknya untuk sekolah karena faktor biaya dan ekonomi, masalah ekonomi adalah faktor dari tidak geraknya pendidikan di kabupaten cirebon.

Para anak muda kabupaten cirebon juga masih belum mendapatkan pendidikan yang layak karena bisa dilihat dari prilaku pemudanya yang masih melakukan kenakalan remaja, sperti ikut geng motor yang meresakan sekali di kabupaten cirebon, banyak juga anak-anak sekolah yang umurnya masih dibawah 18 tahun dan masih pada sekolah menengah yang sudah merokok atau mabuk-mabuk kita bisa lihat di sepanjang jalan kabupaten cirebon banyak anak muda yang sedang nongkrong sedang merokok atau sedang melakukan kenalakan remaja lainya, ini menandakan bahwa pemuda cirebon tidak mendapatkan pendidikan yang layak.

Mungkina faktor para remaja cirebon melakukan hal itu bukan karena mereka bodoh bukan juga mereka nakal, karena mereka tidak mendapatkan pendidikan karakter yang kuat dari orantuanya atau dari sekolahnya, sekolah seakan sibuk mengajari mereka pelajaran-pelajaran sekolah, para orang tua pun kebanyakan sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga mereka menyerahkan semua tanggung jawab mereka sebagai pendidik kepada pihak sekolah.

Mungkin juga para remaja cirebon sudah melupakan jadi dirinya sebagai pemuda cirebon, mereka melupakan jadi diri mereka mungkin karena tidak ada orang yang mengajarkan atau mengenalkan bagimana prilaku remaja cirebon padahal dari dulu cirebon dikenal dengan kota para wali, dikenal dengan kota yang sopan santun, cirebon dlu juga dikenal sebagai pusat penyebaran agama islam di wilayah jawabarat, cirebon juga menjadi pusat perdagangan di jawabarat pada jaman dulu.

Jadi apa yang bisa kita lakukan untuk memajukan atau setidaknya ingin membantu dalam pendidikan cirebon?, sebenernya kita sebagai masyarakat mempunyai peran penting dalam pendidikan di cirebon, karena kitalah yang membentuk prilaku dan sikap generasi penerus, kita sebagai, masyarakat harus memberi contoh prilaku dan sikap yang baik sehingga kita bisa di tiru oleh para pemuda atau remaja yang sedang mencari jati diri, jadi untuk menjadi pendidik yang hebat harus jadi contoh yang baik pula. Seperti halnya slogan yang pernah di gaungkan oleh bapa pendidikan kita Hadjar Dewantara yaitu Ing ngarso sung tulodo (di depan memberi contoh), Ing madyo mangun karso, (di tengah memberi semangat), Tut Wuri Handayani, (di belakang memberi dorongan).

 

@dwigumelar

Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *