KITA DAN HUJAN

Kamu itu menyebalkan dan kamu menyadarinya

sayangpacar.com

sayangpacar.com

Kamu itu keras kepala, egois tapi kamu selalu memaksa kami untuk memberi saran kepadamu. Walaupun setelah itu kamu akan berteriak kepada kami “jangan nasihati aku!” Bahkan saat ada orang yang membuatmu sakit hati, kamu marah-marah kepada kami. Padahal kami tidak tau bagaimana perasaan mu yang kalang kabut dengannya. Kami hanya diam saja. Tapi kami tidak marah. Kami berusaha mengerti walaupun sebenarnya kami tidak mengerti smua arti marahmu yang salah sasaran. Tapi telinga kami tidak keberatan untuk mendengar hujatanmu itu.

 

Namun dibalik sifat minus mu itu, kau punya cara tersendiri untuk membuatku tertawa Membuatku bahagia dengan hidupku

liriklaguanak.com

liriklaguanak.com

Kau yang mengajariku cara menikmati semua karunia ini. Mengajari untuk mencintai… Mencintai hujan. Iya hujan.. Aku tahu kau sangat menyukai hujan. Bahkan kau merelakan kesehatanmu demi merasakan tetesan-tetesan yang menyegarkan itu. Setiap tetes air hujan adalah kebahagian bagimu. Meski setiap kali hujan turun aku hanya memandangimu dari tempat perteduhanku tapi setidaknya aku bisa merasakan cinta diantara kau dan hujan. Dikala hujan mulai turun, orang-orang berhamburan mencari tempat berteduh termasuk aku, tapi tidak denganmu. Kau hanya diam saja menanti kedatangan kekasihmu. Bagimu hujan adalah tempat untuk berlindung. Aku tidak mengerti jalan fikiranmu.

 

Sampai suatu hari kau mempertemukanku dengan hujan

einnwalker.blogspot.com

einnwalker.blogspot.com

Biasanya aku slalu berteduh saat hujan turun. Tapi kali ini tidak, secara tidak langsung kau memaksa ku untuk bercengkerama dengan hujan. Kita berjalan diantara rintikan air mata langit itu. Dingin rasanya. Tapi dikala aku merasakan tetesan air hujan di wajahku, aku merasa ada suatu ketenangan yang timbul dalam hatiku. Ketenangan yang tak pernah kurasakan. Heeeeeiiiiii aku baru menyadari, ini kali pertama aku bermain hujan-hujan. Aku tidak mau merusak momen pertamaku bermain dengan hujan. Kami berlari diantara derasnya air hujan. Kami tidak peduli dengan pandangan orang-orang yang melihat kami berlari. Aku baru kali ini tertawa puas ditengah hujaman hujan, dan aku tidak peduli dengan orang-orang disekitarku. Kau begitu semangat hingga kau meninggalkan ku jauh dibelakangmu. Aku kira kau terlalu asyik bermain dengan air-air itu sehingga melupakanku, ternyata tidak. Kau menoleh kebelakang dan mengulurkan tanganmu. Lalu kita menghabiskan sepanjang jalan itu dengan bergandeng tangan, berlari bersama, tertawa bersama. Aku baru sekali ini merasakan kebahagiaan yang benar-benar bahagia. Berlari dibawah hujan berasa tak ada beban dan aku suka itu.

 

Kawan terima kasih kau telah mengajariku menikmati hidup ini dan membuat ku tertawa lepas tanpa beban

ariesense.com

ariesense.com

Terima kasih kau telah meneguhkan hatiku bahwa sahabat sejati itu benar-benar ada. Dan terima kasih telah membuatku jatuh cinta… Jatuh cinta kepada hujan. Terima kasih Sundari Sukoco. Terima kasih Hujan.

 

 

Penulis

Cintia Cahya

Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *