LGBT di Indonesia harus di terima atau ditolak?

LGBT atau lesbian, gay, bisesksual dan transgender mungkin akhir-akhir ini sudah tidak asing lagi kalian mendengar kata tersebut

LGBT sekarang sedang buming di negara ini entah karena di negara tertentu pada waktu lalu sudah melegalkan kaum LGBT untuk menikah mendorong para komunitas LGBT yang ada di indonesi memberanikan diri tampil di depan publik memberanikan diri untuk bersuara sekencang-kencangnya.

lgbt

lgbt

Entah dibalik itu semua apakah ada niat terselubung atau pun tidak yang jelas akhir-akhir ini komunitas LGBT sedang menyuarakan dengan lantang keadilan supaya tidak didiskriminasi, menurut saya ini aneh kenapa mereka baru sekarang menyuarakan diri padahal kasus ini sudah lama ada bahkan dari jaman nabi pun penyimpangan ini sudah ada.

LGBT menurut saya adalah prilaku menyimpang, kenapa saya katakan menyimpang ya karena normalnya seorang manusia perpasangan adalah laki-laki dan perempuan ketika tuhan menciptakan manusia pun berpasangan adam dan hawa bukan adam dan ali atau hawa dan ani tuhan selalu menciptakan sesuatu berpasang-pasangan.

LGBT terjadi karena faktor lingkuan bukan karena faktor gen karena tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa LGBT adalah faktor gen, karena kebanyakan LGBT mengaku bahwa mereka LGBT karena gen, pada kasus yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan tentang LGBT masyarakat terpecah menjadi dua kubu ada yang pro terhadap LGBT dan adapula yang kontra terhadap LGBT.

Mungkin kebanyakan orang yang pro dengan LBGT berpikir bahwa iya LGBT itu manusia harus di perlakukan dengan adil dan mendapatkan haknya jangan di caci maki jangan di buli dan lain sebagainya, jika berbicara jangan mencaci maki atau membuli mereka saya setuju tapi jika menyangkut LBGT nya saya tidak setuju kenapa karena sekali lagi saya katakan bahwa LGBT adalah sebuah penyakit dan seseorang yang mengidap penyakit harus di sembuhkan, tapi kebanyakan LBGT mereka tidak sadar bahwa mereka mengidap penyakit dan biasanya LBGT tidak mau disembuhkan.

Akhir-akhir ini kaum LGBT melindungi diri dengan melapor ke HAM dan meperisai kan diri dengan alih-alih hak asasi manusia, jika kita mengarah ke arah hak asasi manusia ketika saya mengikuti seminar tentang hak dan kewajiban seorang warga negara bahwa dalam ajaran agampun yang didulukan adalah kewajiban ketika semua kewajiban terpenuhi dan sudah dikerjakan maka secara tidak sadar hak hak kita sudah terpenuhi, jadi menurut saya aga aneh ketika kaum LGBT meminta hak mereka sebagai warga negara indonesia, padahal kewajiban mereka sebagai warga negara belum terpenuhi.

Menurut saya komunitas LGBT yang sekarang berani menampakan diri dan berani keluar adalah sebuah propaganda sebuah pergerakan yang mungkin tujuan mereka adalah berhubungan sesama jenis itu biasa bukan sesuatu yang salah, tujuan mereka adalah merubah pandangan orang terhadap mereka yang ini jika terjadi pasti akan mengacaukan sistem kehidupan, atau bisa jadi propaganda mereka membuat indonesia menjadi negara legal LGBT ?

Entah saya pun tidak tau maksud dan tujuan mereka sehingga mereka sekrang masiv mempromosikan LGBT di sosial media ataupun di media mainstream

Ketika mereka menuntu dan membawa-bawa sila kedua keadilan sosial yang adil dan beradab, bahwa mereka meminta bahwa masyarakat harus memperlakukan mereka dengan adil, bahwa mereka mengatakan “mereka juga ingin hidup normal” , jadi ingat disini adil itu bukan menyamaratakan adil itu menempatkan sesuatu pada tempatnya bukan di ubah dengan dalil apapun dan pada sila kedua ada kata beradab jadi ya harus sesuai dengan adab yang ada di indonesia harus sesuai dengan tradisi indonesia jadi jelas bahwa pancasila sila kedua itu sangat amat jelas menolak LGBT .

Terakhir bagimana kita menyikapi kaum LGBT?

Bagimana prilaku kita menyikapi LGBT?

Kita harus memberikan penyadaran kemereka dengan cara halus tidak dengan cara kasar dan tidak pula dengan menjauhi mereka dekati mereka sadarkan mereka bahwa mereka itu lagi sakit dan kita harus membantu mereka untuk sembuh, jadi yang kita lawan adalah bukan orangnya tapi pergerakan propaganda yang ada tujuan lain di belakangnya, mendekati mereka bukan berarti kita harus mentolerir mereka berbuat salah terus tapi dekati mereka kasih tau mereka bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah dan sekali lagi saya ingatan

yang kita lawan adalah pergerakan propaganda mereka bukan orangnya

 

 

 

penulis        : Dwi Gumelar

Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *